Abang-abang lambe :
Kata-kata manis yang tidak tulus.
Adhang-adhang tetesing embun :
Tidak berusaha untuk dapat mewujudkan cita-citanya tetapi
hanya menunggu datangnya nasib baik.
Aji godhong garing :
Sesuatu yang tidak berharga sama sekali.
Ancik-ancik ing pucuking eri :
Seseorang yang berada dalam situasi berbahaya dan
mengkhawatirkan.
Anjagakake endhoge si blorok :
Orang yang mengharapkan sesuatu yang belum jelas.
Asta candhala :
Kalau marah sukamemukul.
Baladewa ilang gapite :
Seseorang yang kehilangan keberanian karena ketahuan
kelemahannya.
Bathok bolu isi madu :
Orang yang tampaknya sederhana namun memiliki pribadi yang berkualitas.
Bubuk oleh leng :
Orang yang mempunyai niat jahat dan mendapatkan jalan
untuk melakunkannya.
Busuk ketekuk, pinter keblinger :
Orang bodoh dan pintar sama saja sengsara.
Cecak nguntal empyak :
Cita-cita yang
tidak sesuai dengan kemampuan hanya akan memberi peluang untuk kecewa,
karena peluang gagalnya sangat besar.
Cedhak kebo gupak :
Dekat dengan orang jahat akan terkena imbasnya.
Cekel gawe :
Orang yang mempunyai pekerjaan tetap.
Criwis cawis :
Orang yang selalu mencela perintah tetapi juga selalu
siap untuk melaksanakannya.
Dhemit ora ndulit setan ora doyan :
Keadaan seseorang yang selalu selamat, sehat, sejahtera,
dan aman sentosa, tidak ada gangguan.
Dom sumuruping banyu :
Mencari sesuatu yang sangat sulit.
Donya ora mung sagodhong kelor :
Dunia ini luas sekali, banyak pilihan dan banyak harapan,
sebaiknya tidak putus asa ketika kecewa.
Emprit abuntut bedhug :
Hal yang awalnya sepele tetapi membawa masalah yang
besar.
Esuk dhele sore tempe :
Orang yang perkataannnya tidak bisa dipercaya dan
berubah-ubah prinsipnya.
Gajah ngidak rapah :
Orang yang melanggar kata-katnya sendiri.
Gedhe obore :
Pemimpin yang populer dimata rakyat, karena sangat adil
dan bijaksana tindakannya.
Gugon tuhon :
Suatu tahayul yang dipercayai kebenarannya; meyakini
sesuatu yang tidak jelas sumbernya.
Gupak pulute ora mangan nangkane :
Orang yang ikut merasakan susah payahnya tetapi tidak
menikmati hasilnya.
Idu geni :
Apa yang dikatakan pasti akan terjadi.
Jembar segarane :
Orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain, tidak
pendendam.
Kalah wirang, menang ora kondhang :
Orang pandai melawan orang bodoh, orang kuat melawan
orang lemah.
Katula-tula katali :
Orang yang hidupnya dalam kesedihan dan kesengsaraan.
Kegedhen empyak kurang cagak :
Besar pengeluaran dari pada pendapatan.
Lanang kemangi :
Laki-laki yang memiliki sifat penakut dan lemah
pendiriannya.
Lincip bokonge :
Orang yang tidak bisa diam selalu ada saja yang
dikerjakan.
Mendhem jero mikul dhuwur :
Mengubur dalam-dalam keburukan dan kekurangan orang tua,
aib keluarga serta mengharumkan nama dan martabat keluarga.
Modal dhengkul untung sewakul :
Orang yang bekerja tanpa modal tetapi karena giat dan
tekun mendapatkan keuntungan yang besar.
Mutung ing pasangan :
Mengerjakan sesuatu belum selesai sudah ditinggalkan.
Nandur pari jero :
Orang yang menolong tanpa mengharapkan imbalan.
Ngajari bebek nglangi :
Melakukan pekerjaan yang tidak ada gunanya.
Nibani sabda prusa :
Orang yang mencaci-maki orang lain tanpa sebab atau
alasan yang jelas.
Ora kena dicekel buntute :
Orang yang sangat sibuk sehingga tidak dapat ditemui
walaupun hanya sebentar.
Ora ngilo githoke :
Suka mencela orang lain padahal dirinya jauh lebih buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar