Makna Wayang
Makna
simbolik wayang dan layar tempat wayang dipertunjukkan, berkaitan pula dengan
bayang-bayang dan cermin. Dengan menggunakan tamsil wayang dalam suluknya Sunan
Bonang seakan-akan ingin mengatakan kepada pembacanya bahwa apa yang dilakukan
melalui karyanya merupakan kelanjutan dari tradisi sastra sebelumnya, meskipun
terdapat pembaharuan di dalamnya.
Pagelaran
wayang merupakan sumber lambang dari drama kehidupan manusia, banyak menyajikan
banyak mutiara, ajaran pendidikan, serta iamjenasidalam petuah-petuah
ditunjukan oleh perilaku punakawan, namun penyampainnya secara simbolik. Dalam
adegan goro-goro peranan punakawan
sangat jelas dipertunjukan sebagai tokoh penting. Semar merupakan tokoh inti
dan semuanya tergantung pada pribadinya. Goro-goro
merupakan pertanda munculnya punakawan, yang tidak pernah ketinggalan pada
setiap lakon wayang jawa, sebab nilai-nilai filosofis orang jawa sering
terlihat pada perilaku yang baik-baik itu sangat luas sekali karena menarik
bagi saya adalah tokoh/watak yang terdapat di dalamnya. Pertunjukan watak di
dalam wayang kulit ini seakan-akan menjadi sebuah pilihan untuk manusia di
dalam berbuatanya, Maka dari itu berhati-hati dalam watak itu bisa di dalamnya
atau di luarnya. Makna wayang di pertunjukkan itu bermaksud agar untuk menjadi
hiburan kepada masyarakat baik hiburan formal atau non formal maka ambil nilai
positif dari makna pertunjukan wayang tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar