
TELAAH
PRANATA MASYARAKAT JAWA
TRADISI GELAR
BUDAYA DESA WANUREJO KEC. BOROBUDUR KAB.
MAGELANG JAWA TENGAH
Disusun Oleh :
1. Vita
Lestari 2601413012
2. Hala Nur
Soliha 2601413006
3. Mutiqoh
Nekasari 2601413016
Rombel 01
FAKULTAS
BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2014
BAB I
PENDAHULAN
1.1 Latar Belakang
Wanurejo
adalah sebuah desa yang berkecamatan Borobudur kabupaten Magelang, Jawa Tengah
terletak 600 meter dari Candi Borobudur dan menjadi pintu gerbang masuk menuju
Candi Borobudur. Di desa Wanurejo tersebut terdapat peninggalan dari agama
hindu yang berbentuk candi yaitu Candi Borobudur namun mayoritas masyarakat
desanya beragama islam.
Tradisi
Gelar Budaya adalah tradisi yang ada di desa Wanurejo yang menjadikan desa
tersebut menjadi desa wisata yang dikunjungi. Dalam tradisi gelar budaya
tersebut dilaksanakan kirab budaya dengan mengusung
berbagai potensi seni, budaya, dan hasil bumi masyarakat setempat yang
disaksikan ribuan warga dipinggir jalan yang dilalui peserta kirab. Tradisi
tersebut adalah wujud para warga desa untuk melestarikan seni dan budaya, juga
memamerkan potensi kekayaan desa, yang bermanfaat untuk mendukung pengembangan
kepariwisataan kawasan Candi Borobudur.
1.2 Rumusan
Masalah
Dari
latar belakang di atas kami dapat menrik rumusan masalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana Prosesi Gelar Budaya di desa Wanurejo
Kec. Borobudur Kab. Magelang?
2.
Nilai dan pranata apakah yeng terdapat dalam
tradisi Gelar Budaya di desa Wanurejo?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui
bagaimana Prosesi Gelar Budaya di desa Wanurejo Kec. Borobudur Kab. Magelang.
2. Mengetahui
nilai dan pranata apakah yeng terdapat dalam tradisi Gelar Budaya di desa
Wanurejo.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1Deskripsi
Ritual Gelar Budaya di Desa Wanurejo Kec. Borobudur Kab. Magelang
Kecamatan Borobudur merupakan
salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Di Kecamatan Borobudur
ini masih terdapat tradisi yang masih dilaksanakan, salah satunya adalah
tradisi gelar budaya yang dilakukan setiap tahun sekali tepatnya pada bulan
Rajab. Tradisi ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai wujud rasa syukur
masyarakat Wanurejo kepada Tuhan atas bumi yang dihuninya bisa menjadi sumber
kehidupan.
Mereka percaya dengan mengadakan
gelar budaya, maka alam yang mereka huni akan tetap terjaga dan memberikan
kehidupan bagi mereka. Prosesi yang ada dalam gelar budaya desa Wanurejo Kec.
Borobudur Kab. Magelang yaitu para warga membuat berbagai kreasi yang bentuknya
bermacam-macam. Contonya seperti candi tempe raksasa, kursi raksasa, jarang
kepang raksasa, galar/lukisan bambu raksasa, dll. Dan ada pula yang membawa
tanduk-tanduk yang dihiasi berbagai hasil panen dari setiap dusun. Isinya
yaitu, ada pari (padi), kacang panjang, sayur kakung, terong, wortel, tomat,
jagung, tela, dll. Setiap dusun biasanya mengeluarkan kesenian-kesenian yang
ada didusunnya. Para warganya juga ikut
berpartisipasi untuk memeriahkan acara gelar budaya tersebut. Di situ
para warga juga mengadakan bazar di mana kerajinan-kerajinan yang mereka hasilkan di jual dalam
arak-arakan tersebut.
Para ibu-ibu juga ikut
merayakan acara gelar budaya tersebut. Sebelum melaksanakan acara gelar budaya
tersebut, sebelumnya perwakilan dari dusun-dusun mendatangi makam Eyang Haryo
Wanu Tejakusuma untuk mendoakan beliau. Di makam itu, juga diadakan selametan
atau gendurenan. Setelah melakukan ritual tersebut, hari selanjutnya
dilaksanakan acara gelar budaya. Gelar budaya diarak melalui jalan utama menuju
Candi Borobudur. Karena biasanya
dalam rangka itu sering kali membuat yang spesial untuk memecahkan museum rekor
Indonesia.
Gelar budaya dilaksanakan pada siang hari tepatnya
pada pukul 12.00-17.00 WIB. Dalam pelaksanaan perayaan gelar budaya di desa
Wanurejo banyak kesenian-kesenian dan kreasi-kreasi yang mereka hasilkan.
Setiap dusun pasti berbeda-beda. Acara gelar budaya tersebut bertujuan untuk
sebagai wujud syukur masyarakat Wanurejo atas rizeki yang mereka peroleh,
memperingati terbentuknya desa Wanurejo, memperingati hari meninggalnya Eyang
Pangeran Haryo Wanu Tejakusuma.
Tradisi gelar budaya ini, merupakan salah satu ritual tradisional
masyarakat yang sudah berlangsung secara turun-temurun.
Alasan masyarakat desa Wanurejo melaksanakan tradisi sedekah bumi
yaitu sebagi wujud rasa syukur mereka atas nikmat yang telah mereka peroleh. Masyarakat
sukorame percaya bahwa dengan melaksanakan sedekah bumi maka Tuhan akan menjaga
kelestarian alam yang mereka gunakan sebagai sumber kehidupan.
2.3Analisis
Pranata yang ada di tradisi Gelar Budaya
Di dalam
acara gelar budaya tersebut juga terdapat pranata-pranata dalam kehidupan
masyarakat yaitu ada pranata sosial, pranata ekonomi, dan pranata agama.
1. Pranata
Sosial
Dalam tradisi gelar budaya, terdapat pranata
sosial, karena gelar budaya itu diramaikan oleh setiap-setiap dusun. Sehingga
terjalin hubungan yang erat, bisa saling bertukar informasi, menjalin
silahturahmi, dan menciptakan kerukunan dan kesejahteraan dalam bermasyarakat.
Contohnya ketika dalam pembuatan berbagai kreasi yang akan dipamerkan saat
gelar budaya dilaksanakan. Para warga masyarakat ikut berpartisipasi dalam
pembuatannya. Sehingga bisa menciptakan keadaan yang harmonis, saling menghargai pendapat-pendapat atau
gagasan-gagasan yang mereka usulkan.
2. Pranata
Agama
Dalam tradisi gelar budaya, terdapat pranata
agama. Di mana berbagai agama berkumpul menjadi satu menciptakan kerukunan dan
saling menghargai agama masing-masing. Karena agama sendiri mengajarkan untuk
bertoleransi agar dapat menciptakan kesejahteraan tanpa adanya permusuhan.
Contohnya pada saat arak-arakan gelar budaya terdapat pemuka-pemuka agama yang
bersama-sama mendoakan kelancaran acara tersebut berdasarkan keyakinan mereka masing-masing.
3. Pranata
Ekonomi
Dalam tradisi gelar budaya, terdapat juga
pranata ekonomi. Di mana para warga berpartisipasi memberikan hasil panen dari
setiap dusun. Dalam pembuatan berbagai kreasi para warga juga memjual hasil
kerajinan. Karena dalam tradisi gelar budaya tersebut juga diadakan bazar yang
menjual hasil-hasil kreasi atau kerajinan-kerajinan yang mereka buat. Sehingga
dalam acara gelar budaya dapat memanfaat peluang yang ada.
2.4Kesimpulan
1. Pranata
sosial
Para warga berbaur bersama meramaikan acara
gelar budaya tersebut.
2. Pranata
Agama
Para pemuka agama berperan mendoakan kelancaran
acara gelar budaya sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
3. Pranata
Ekonomi
Memanfaat peluang untuk menjual hasil kerajinan
yang mereka buat. Sehingga waktunya tidak terbuang sia-sia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar